<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KBTKIT IHYAUSSUNNAH</title>
	<atom:link href="http://kbtkitihya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kbtkitihya.wordpress.com</link>
	<description>Bermain sambil Belajar Mengikuti Sunnah NAbi SAW</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Mar 2009 07:49:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kbtkitihya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KBTKIT IHYAUSSUNNAH</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kbtkitihya.wordpress.com/osd.xml" title="KBTKIT IHYAUSSUNNAH" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kbtkitihya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/03/14/panduan-penyusunan-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan-jenjang-pendidikan-dasar-dan-menengah-badan-standar-nasional-pendidikan/</link>
		<comments>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/03/14/panduan-penyusunan-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan-jenjang-pendidikan-dasar-dan-menengah-badan-standar-nasional-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 07:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pondokibu</dc:creator>
				<category><![CDATA[kurrikulum]]></category>
		<category><![CDATA[KTSP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kbtkitihya.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[KATA PENGANTAR Buku Panduan ini dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman kepada panduan yang ditetapkan oleh Badan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=61&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KATA PENGANTAR</p>
<p>Buku Panduan ini dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman kepada panduan yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Panduan Penyusunan KTSP terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pertama berupa Panduan Umum dan bagian kedua berupa Model KTSP.<span id="more-61"></span></p>
<p>Satuan Pendidikan yang telah melakukan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh diperkirakan mampu secara mandiri mengembangkan kurikulumnya berdasarkan SKL, SI dan Panduan Umum. Untuk itu Panduan Umum diterbitkan lebih dahulu agar memungkinkan satuan pendidikan tersebut, dan juga sekolah/madrasah lain yang mempunyai kemampuan, untuk mengembangkan kurikulum mulai tahun ajaran 2006/2007.</p>
<p>Bagian kedua Panduan Penyusunan KTSP akan segera menyusul dan diharapkan akan dapat diterbitkan sebelum tahun ajaran baru 2006/2007. Waktu penyiapan yang lebih lama disebabkan karena banyaknya ragam satuan pendidikan dan model kurikulum yang perlu dikembangkan. Selain dari pada itu, model kurikulum diperlukan bagi satuan pendidik yang saat ini belum mampu mengembangkan kurikulum secara mandiri. Bagi satuan pendidikan ini, mempunyai waktu sampai dengan tiga tahun untuk mengembangkan kurikulumnya, yaitu selambat-lambatnya pada tahun ajaran 2009/2010.</p>
<p>BSNP menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada banyak pakar yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi, Pusat Kurikulum dan Direktorat di lingkungan Depdiknas, serta Depag. Berkat bantuan dan kerjasama yang baik dari mereka, Buku Panduan Penyusunan KTSP ini dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.</p>
<p>Jakarta, Juni 2006</p>
<p>Ketua BSNP</p>
<p>Prof. Dr. Bambang Soehendro</p>
<p>DAFTAR ISI</p>
<p>Kata Pengantar 1<br />
Daftar Isi 2<br />
I. PENDAHULUAN 3<br />
A. Landasan 4<br />
B. Tujuan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 4<br />
C. Pengertian 5<br />
D. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 5<br />
E. Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan<br />
7<br />
II. KOMPONEN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 10<br />
A. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan 10<br />
B. Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 10<br />
C. Kalender Pendidikan 14<br />
III. PENGEMBANGAN SILABUS 15<br />
A. Pengertian Silabus 15<br />
B. Prinsip Pengembangan Silabus 15<br />
C. Unit Waktu Silabus 16<br />
D. Pengembang Silabus 16<br />
E. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus 17<br />
F. Contoh Model Silabus 20<br />
G. Pengembangan Silabus Berkelanjutan 22<br />
IV. PELAKSANAAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN<br />
A. Analisis Konteks 22<br />
B. Mekanisme Penyusunan 22</p>
<p>I. PENDAHULUAN</p>
<p>Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.<br />
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.<br />
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain dari itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.<br />
Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian. Pertama, Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL.Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP. Kedua, model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. Sebagai model KTSP, tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi.</p>
<p>Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :<br />
(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,<br />
(b) belajar untuk memahami dan menghayati,<br />
(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,<br />
(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan<br />
(e)belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.</p>
<p>A. Landasan</p>
<p>1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.<br />
Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).</p>
<p>2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.<br />
Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6); Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8); Pasal 8 ayat (1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.</p>
<p>3. Standar Isi<br />
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.</p>
<p>4. Standar Kompetensi Lulusan<br />
SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006.</p>
<p>B. Tujuan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan<br />
Pendidikan<br />
Tujuan Panduan Penyusunan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.</p>
<p>C. Pengertian</p>
<p>Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.</p>
<p>KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.</p>
<p>Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.<br />
<strong><br />
D. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan</strong></p>
<p>KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP .<br />
KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:</p>
<p>1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.</p>
<p>Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.</p>
<p>2. Beragam dan terpadu</p>
<p>Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.</p>
<p>3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni</p>
<p>Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.</p>
<p>4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan</p>
<p>Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.</p>
<p>5. Menyeluruh dan berkesinambungan</p>
<p>Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.</p>
<p>6. Belajar sepanjang hayat</p>
<p>Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.</p>
<p>7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah</p>
<p>Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p>E. Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan</p>
<p>KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.</p>
<p>1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia<br />
Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.</p>
<p>2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik<br />
Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional dan sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.</p>
<p>3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan<br />
Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.</p>
<p>4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional<br />
Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi.</p>
<p>5. Tuntutan dunia kerja<br />
Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.</p>
<p>6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni<br />
Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.</p>
<p>7. Agama<br />
Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia.</p>
<p>8. Dinamika perkembangan global<br />
Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.</p>
<p>9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan<br />
Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.</p>
<p>10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat<br />
Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.</p>
<p>11. Kesetaraan Jender<br />
Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender.</p>
<p>12. Karakteristik satuan pendidikan<br />
Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan.</p>
<p><strong>II. KOMPONEN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN</strong></p>
<p>A. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan</p>
<p>Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut.</p>
<p>1. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.</p>
<p>2. Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.</p>
<p>3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.</p>
<p>B. Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan</p>
<p>Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.<br />
(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia<br />
(2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian<br />
(3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi<br />
(4) Kelompok mata pelajaran estetika<br />
(5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan<br />
Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.<br />
Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.</p>
<p>1. Mata pelajaran<br />
Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam SI.</p>
<p>2. Muatan Lokal<br />
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satua tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.</p>
<p>3. Kegiatan Pengembangan Diri<br />
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan keparamukaan, kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja.<br />
Khusus untuk sekolah menengah kejuruan pengembangan diri terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier.<br />
Pengembangan diri untuk satuan pendidikan khusus menekankan pada peningkatan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.<br />
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.</p>
<p>4. Pengaturan Beban Belajar<br />
a. Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB baik kategori standar maupun mandiri, SMA/MA/SMALB /SMK/MAK kategori standar.<br />
Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat digunakan oleh SMP/MTs/SMPLB kategori mandiri, dan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori standar.<br />
Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) digunakan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori mandiri.<br />
b. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.<br />
c. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB 0% &#8211; 40%, SMP/MTs/SMPLB 0% &#8211; 50% dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% &#8211; 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.<br />
d. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.<br />
e. Alokasi waktu untuk tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK yang menggunakan sistem SKS mengikuti aturan sebagai berikut.<br />
(1) Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap muka, 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.<br />
(2) Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45 menit tatap muka, 25 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.</p>
<p>5. Ketuntasan Belajar<br />
Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.</p>
<p>6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan<br />
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masing-masing direktorat teknis terkait.<br />
Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:<br />
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;<br />
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;<br />
c. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan<br />
d. lulus Ujian Nasional.</p>
<p>7. Penjurusan<br />
Penjurusan dilakukan pada kelas XI dan XII di SMA/MA. Kriteria penjurusan diatur oleh direktorat teknis terkait.</p>
<p>8. Pendidikan Kecakapan Hidup<br />
a Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/ SMALB, SMK/MAK dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional.<br />
b Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.<br />
c Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan/atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal.</p>
<p>9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global<br />
a Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.<br />
b Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.<br />
c Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.<br />
d Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.</p>
<p>C. Kalender Pendidikan<br />
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana yang dimuat dalam Standar Isi.</p>
<p>III. PENGEMBANGAN SILABUS</p>
<p>A. Pengertian Silabus<br />
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.<br />
B. Prinsip Pengembangan Silabus<br />
1. Ilmiah<br />
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.<br />
2. Relevan<br />
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.<br />
3. Sistematis<br />
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.<br />
4. Konsisten<br />
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.<br />
5. Memadai<br />
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.<br />
6. Aktual dan Kontekstual<br />
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.<br />
7. Fleksibel<br />
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.</p>
<p>8. Menyeluruh<br />
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).</p>
<p>C. Unit Waktu Silabus<br />
1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.<br />
2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.<br />
3. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Khusus untuk SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.</p>
<p>D. Pengembang Silabus<br />
Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendikan.<br />
1. Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa, kondisi sekolah dan lingkungannya.<br />
2. Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah tersebut.<br />
3. Di SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai dengan kelas VI, menyusun silabus secara bersama. Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru yang terkait.<br />
4. Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah-sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah dalam lingkup MGMP/PKG setempat.<br />
5. Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.<br />
E. Langkah-langkah Pengembangan Silabus<br />
1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar<br />
Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:<br />
a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;<br />
b. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;<br />
c. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.<br />
2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran<br />
Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:<br />
a. potensi peserta didik;<br />
b. relevansi dengan karakteristik daerah,<br />
c. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik;<br />
d. kebermanfaatan bagi peserta didik;<br />
e. struktur keilmuan;<br />
f. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;<br />
g. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan<br />
h. alokasi waktu.</p>
<p>3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran<br />
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.<br />
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.<br />
a. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.<br />
b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.<br />
c. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.<br />
d Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.</p>
<p>4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi<br />
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.<br />
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.<br />
5. Penentuan Jenis Penilaian<br />
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.</p>
<p>Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.</p>
<p>Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.<br />
a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.<br />
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.<br />
c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa.<br />
d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.<br />
e. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.</p>
<p>6. Menentukan Alokasi Waktu<br />
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.</p>
<p>7. Menentukan Sumber Belajar<br />
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.<br />
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.</p>
<p>F. Contoh Model Silabus<br />
Dalam menyusun silabus dapat memilih salah satu format yang ada di antara dua format di bawah.</p>
<p>Format 1</p>
<p>SILABUS</p>
<p>Nama Sekolah : SD &#8230; Kediri, Jawa Timur<br />
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial<br />
Kelas/semester : IV/2</p>
<p>Standar Kompetensi : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan<br />
ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan<br />
kabupaten/kota dan provinsi<br />
Kompetensi Dasar : 2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi,<br />
komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya</p>
<p>Alokasi Waktu : 12 x 35 Menit</p>
<p>Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar<br />
Perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi • Mencari hubungan cara memproduksi “tahu” Kediri pada masyarakat masa lalu dan masa kini</p>
<p>• Membuat dan membaca diagram/grafik tentang proses memproduksi ”tahu” Kediri dari kekayaan alam yang tersedia</p>
<p>• Menganalisis bahan baku yang dapat diolah menjadi beberapa jenis ”tahu” Kediri • Membandingkan jenis-jenis teknologi untuk produksi yang digunakan oleh masyarakat pada masa lalu dan masa sekarang.</p>
<p>• Membuat diagram alur tentang proses produksi dari kekayaan alam yang tersedia</p>
<p>• Menganalisis bahan baku untuk produksi barang</p>
<p>Tes tertulis:<br />
Uraian tetang Perkembangan teknologi produksi</p>
<p>4 x 35 menit • Gambar alat produksi ”tahu”<br />
• Pabrik tahu<br />
• Buku IPS kelas IV semester 2<br />
• Majalah/ koran/media elektronik</p>
<p>• Melakukan pengamatan alat-alat teknologi komunikasi yang digunakan masyarakat Kediri pada masa lalu dan masa kini<br />
• Memberikan contoh/mende- monstrasikan cara-cara penggunaan alat teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa kini<br />
• Membandingkan alat-alat teknologi komunikasi yang digunakan masyarakat pada masa lalu dan masa kini.</p>
<p>• Menunjukkan cara penggunaan alat teknologi komunikasi pada masa lalu dan masa sekarang.</p>
<p>Non tes:<br />
Lembar pengamatan 3 x 35 menit • Gambar-gambar alat komunikasi<br />
• Buku IPS kelas IV semester 2<br />
• Majalah/ koran/media elektronik</p>
<p>• Memberikan contoh jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini<br />
• Melakukan pengamatan jenis-jenis teknologi transportasi di Kediri pada masa lalu dan masa kini<br />
• Mendiskusikan perbedaan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini • Membandingkan jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa sekarang.<br />
Tes tertulis:<br />
Bentuk uraian tentang teknologi transportasi 5 x 35 menit • Gambar-gambar alat transportasi<br />
• Buku IPS kelas IV semester 2<br />
• Majalah/ koran/media elektronik<br />
• Lingkungan sekitar</p>
<p>• Bercerita tentang pengalaman mengguna kan teknologi transportasi • Menceritakan pengalaman menggunakan teknologi transportasi</p>
<p>Catatan: Pengambilan karakteristik daerah Kediri pada kegiatan pembelajaran di atas hanya sebagai contoh. Sekolah pada daerah lain harus menyesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing.</p>
<p>Format 2<br />
SILABUS</p>
<p>Nama Sekolah : SMP &#8230; Padang, Sumatera Barat<br />
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan<br />
Kelas/Semester : VII/1</p>
<p>I. Standar Kompetensi : 1. Menunjukkan sikap positif terhadap norma-<br />
norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,<br />
dan bernegara.</p>
<p>II. Kompetensi Dasar : 1.1 Mendeskripsikan hakikat norma-norma, kebiasaan, adat istiadat, peraturan, yang berlaku dalam masyarakat</p>
<p>III. Materi Pokok/Pembelajaran: Sikap positif terhadap norma-norma,<br />
kebiasaan,adat istiadat, peraturan yang berlaku di masyarakat</p>
<p>IV. Kegiatan Pembelajaran:<br />
• Mencari informasi dari berbagai sumber tentang norma-norma yang berlaku dalam masyarakat Minang Kabau<br />
• Mencari informasi dari berbagai sumber tentang kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat Minang Kabau<br />
• Mencari informasi dari berbagai sumber tentang adat-istiadat yang berlaku dalam masyarakat Minang Kabau<br />
• Mencari informasi dari berbagai sumber tentang peraturan yang berlaku dalam masyarakat Minang Kabau<br />
• Mendiskusikan perbedaan macam-macam norma yang berlaku di masyarakat Minang Kabau<br />
• Mencari informasi akibat dari tidak mematuhi norma-norma, kebiasaan, adat istiadat, peraturan yang berlaku dimasyarakat Minang Kabau<br />
• Membuat laporan</p>
<p>V. Indikator :<br />
• Menjelaskan pengertian norma-norma dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat<br />
• Menjelaskan pengertian kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat<br />
• Memberi contoh norma-norma, kebiasaan, adat istiadat, peraturan, yang berlaku dalam masyarakat<br />
• Menunjukkan sikap mematuhi norma, kebiasaan, adat istiadat, peraturan yang berlaku dalam masyarakat</p>
<p>VI. Penilaian: &#8211; Tes tertulis dalam bentuk uraian<br />
- Perilaku siswa dalam bentuk laporan</p>
<p>VII. Alokasi Waktu : 4 x 40 menit</p>
<p>VIII. Sumber Belajar: &#8211; Buku Teks PKn Kelas VII<br />
- Perpustakaan<br />
- Narasumber</p>
<p>G. Pengembangan Silabus Berkelanjutan<br />
Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru.<br />
Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran),dan evaluasi rencana pembelajaran.</p>
<p>IV. PELAKSANAAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN<br />
A. Analisis Konteks<br />
1. Mengidentifikasi SI dan SKL sebagai acuan dalam penyusunan KTSP.<br />
2. Menganalisis kondisi yang ada di satuan pendidikan yang meliputi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan program-program.<br />
3. Menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar: komite sekolah, dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan sosial budaya.</p>
<p>B. Mekanisme Penyusunan<br />
1. Tim Penyusun<br />
Tim penyusun KTSP pada SD, SMP, SMA dan SMK terdiri atas guru, konselor, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan tim penyusun melibatkan komite sekolah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait. di Supervisi dilakukan oleh dinas yang bertanggung jawab di bidang pendidikan tingkat kabupaten/kota untuk SD dan SMP dan tingkat provinsi untuk SMA dan SMK.<br />
Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan MI, MTs, MA dan MAK terdiri atas guru, konselor, dan kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan tim penyusun melibatkan komite sekolah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait. Supervisi dilakukan oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama.<br />
Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan khusus (SDLB,SMPLB, dan SMALB) terdiri atas guru, konselor, kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan tim penyusun melibatkan komite sekolah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait. Supervisi dilakukan oleh dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.<br />
2. Kegiatan<br />
Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah dan/atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru.<br />
Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi, serta finalisasi, pemantapan dan penilaian. Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.</p>
<p>3. Pemberlakuan<br />
Dokumen KTSP pada SD, SMP, SMA, dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah setelah mendapat pertimbangan dari komite sekolah dan diketahui oleh dinas tingkat kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan tingkat propinsi untuk SMA dan SMK<br />
Dokumen KTSP pada MI, MTs, MA, dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah setelah mendapat pertimbangan dari komite madrasah dan diketahui oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama.<br />
Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan SDLB, SMPLB, dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta mendapat pertimbangan dari komite sekolah dan diketahui dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.<br />
Posted by djohar at 10:52 PM</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kbtkitihya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kbtkitihya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kbtkitihya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kbtkitihya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kbtkitihya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kbtkitihya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kbtkitihya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kbtkitihya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kbtkitihya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kbtkitihya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kbtkitihya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kbtkitihya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kbtkitihya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kbtkitihya.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=61&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/03/14/panduan-penyusunan-kurikulum-tingkat-satuan-pendidikan-jenjang-pendidikan-dasar-dan-menengah-badan-standar-nasional-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1855d577ad5746b6f2aaed7bf68d28be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pondokibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 2 &#8211; 3 tahun</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/20/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-usia-2-3-tahun/</link>
		<comments>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/20/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-usia-2-3-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 08:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pondokibu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Permainan Edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh kembang anak 2 -3 tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kbtkitihya.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sesaat sebelum berumur 3 tahun : 1. Gerakan kasar : Berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan selama paling sedikit 2 hitungan. 2. Gerakan halus :  Meniru membuat garis lurus 3. Bicara, bahasa dan kecerdasan :  Menyatakan keinginan paling sedikit dengan 2 kata. 4. Bergaul dan mandiri :   Menyatakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=54&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak sesaat sebelum berumur 3 tahun :</strong></p>
<p>1. Gerakan kasar : Berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan selama paling sedikit 2 hitungan.<br />
2. Gerakan halus :  Meniru membuat garis lurus<br />
3. Bicara, bahasa dan kecerdasan :  Menyatakan keinginan paling sedikit dengan 2 kata.<br />
4. Bergaul dan mandiri :   Menyatakan keinginan buang air besr dan buang air kecil<span id="more-54"></span></p>
<p><strong>B. Stimulasi perkembangan yang perlu diberikan :</strong></p>
<p><em>1. Melatih anak melompat jauh.</em><br />
Letakkan kertas ukuran folio di lantai. ajarilah anak untuk melompati kertas tersebut dengan kedua kaki diankat bersamaan. latihlah agar lompatan anak semakin jauh</p>
<p><em>2. Mengajak anak bermain dengan balok</em><br />
Ajaklah anak menyusun dan menumpuk balok mainan untuk membuat rumah-rumahan, jembatan, menara dan lain-lain.</p>
<p><em>3. Melatih anak memilih dan mengelompokkan benda menurut jenisnya.</em><br />
Sediakanlah macam-macam benda (misalnya : kancing, uang, logam biji-bijian). tunjukkan kepada anak cara mengelompokkan benda-benda tersebut menurut jenisnya, jelaskan pula sifat, warna, dan bentuknya. Mulailah dengan 2 jenis benda, kemudian tambahkanlah sejenisnya.</p>
<p><em>4. Melatih anak menghitung jumlah benda.</em><br />
Ketika melatih anak mengelompokkan benda menurut jenisnya, ajarilah untuk menghitung jumlah setiap jenis benda. buatlah kelompok dengan jumlah satu, dua, tiga, dan seterusnya.</p>
<p><em>5. Melatih anak mencocokkan gambar benda yang sesungguhnya.</em><br />
Sediakanlah macam-macam gambar (dapat diambil dari majalah, buku, koran, dan sebagainya). Mintalah anak mencocokkan gambar-gambar tersebut dengan benda-benda disekelilingnya. bicarakan pula bentuk dan sifat enda-benda itu.</p>
<p><em>6. Melatih anak untuk menyebutkan namanya.</em><br />
Sebutkan nama anak dengan perlahan-lahan, kemudian mintalah ia mengulanginya.<br />
<em></em></p>
<p><em>7. Melatih anak menyebut nama benda dan mengenal sifat/keadaan benda.</em><br />
Sebutkan nama benda yang ada disekeliling anak. mintalah ia untuk mengambil benda itu sambil menyebutkan nama dan sifat/keadaan benda tersebut. Misalnya: &#8220;Mobil-mobilan itu berwarna merah dan terletak dibawah kursi&#8221;</p>
<p><em>8. Melatih anak mencuci tangan dan kaki, serta mengeringkannya sendiri.</em><br />
Ajarkan kepada anak cara mencuci tangan dan kakinya, serta mengelap bagian yang basah agar menjadi kering.</p>
<p><em>9. Memberi kesempatan kepada anak untuk berpakaian dan memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya.</em><br />
Ajarkan kepada anak cara berpakaian sendiri dan usahakanlah agar ia mau memilih sendiri pakaian yang akan dikenakannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kbtkitihya.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kbtkitihya.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kbtkitihya.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kbtkitihya.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kbtkitihya.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kbtkitihya.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kbtkitihya.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kbtkitihya.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kbtkitihya.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kbtkitihya.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kbtkitihya.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kbtkitihya.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kbtkitihya.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kbtkitihya.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=54&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/20/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-usia-2-3-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1855d577ad5746b6f2aaed7bf68d28be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pondokibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doktrin Rasisme Talmud Ditanamkan Sejak Usia Taman Kanak-kanak</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/20/doktrin-rasisme-talmud-ditanamkan-sejak-usia-taman-kanak-kanak/</link>
		<comments>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/20/doktrin-rasisme-talmud-ditanamkan-sejak-usia-taman-kanak-kanak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 07:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pondokibu</dc:creator>
				<category><![CDATA[paud]]></category>
		<category><![CDATA[al wala- wal bara]]></category>
		<category><![CDATA[tanamkan kebencian kepada yahudi sejak didni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kbtkitihya.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[MENGAPA orang-orang zionis israel yahudi mampu melakukan kesadisan dan kebiadaban yang amat mengerikan terhadap orang palestina yang sama sekali tidak berdaya apa-apa? Jawabannya diberikan sejarawan  Illan Pape, Seorang yang menyandang julukan &#8220;orang Israel yang paling dibenci israel&#8221;. Pappe adalah salah satu sejarawan YAhudi yang memilih memihak pada hati nrani dan tanpa takut membongkar mitos-mitos Zionisme. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=49&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MENGAPA orang-orang zionis israel yahudi mampu melakukan kesadisan dan kebiadaban yang amat mengerikan terhadap orang palestina yang sama sekali tidak berdaya apa-apa? Jawabannya diberikan sejarawan  Illan Pape, Seorang yang menyandang julukan &#8220;orang Israel yang paling dibenci israel&#8221;. Pappe adalah salah satu sejarawan YAhudi yang memilih memihak pada hati nrani dan tanpa takut membongkar mitos-mitos Zionisme.<span id="more-49"></span></p>
<p>Saat ditanya, kenapa orang israel bisa melakukan berbagai kekejaman terhadap orang palestina, Pappe menjawab , Ini buah dari proses panjang pengajaran paham, indoktrinasi, yang di mulai sejak usia taman kanak-kanak, semua anak yahudi di iisrael dididik dengan cara ini. Anda tidak dapat MENUMBANGKAN SEBUAH SIKAP YANG DITANAMKAN DISANA DENGAN MESIN INDOKTRINASI YANG KUAT, YAITU MENCIPTAKAN SEBUAH PERSEPSI RASIS tentang orang lain yang digambarkan sebagai primitif, hampir tidak pernah ada, dan penuh kebencian : orang itu (palestina) memang penuh kebencian, tapi penjelasan yang diberikan disini adalah ia terlahir primitif, islam, anti-semit, bukan bahwa ia adalah seorang yang dirampas tanahnya.&#8221;</p>
<p>Indoktrinasi terhadap anak-ana israel berlanjut hingga ia besar. Ayat-ayat Talmud dijadikan  satu-satunya &#8220;pedoman moral&#8221; bagi mereka. Yang paling utama adalah indoktrinasi bahwa hanya bangsa yahudi yang manuia, sedangkan yang lain adalah hewan.</p>
<p><strong>Ayat-Ayat Indoktrinasi Talmud </strong></p>
<p>Dibawah ini adalah segelintir ayat-ayat Talmud yang dijadikan doktrin perang tentara Israel. Dalam peperangan, seseorang tentara israel wajib mendaras Talmud dalam kesempatan yang khusus. Terlebih di hari sabath (sabtu)</p>
<ul>
<li>&#8220;orang Yahudi diperbolehkan berdusta meniupi Ghoyim (non-yahudi) (Baba KAmma 113a)</li>
<li>&#8220;Semua anak keturunan ghoyim sama dengan binatang &#8221; (yebamoth 98a)</li>
<li>semua ghoyim yang berbaik  kepada yahudi pun harus dibunuh (soferim15, kaidah 10)</li>
<li>&#8220;barang siapa yang memukul dan menyakiti orang israel, maka ia berarti telah menghinakan tuhan (chullin 19b)</li>
<li>&#8220;orang yahudi adalah orang-orang yang shalih dan baik dimanapun mereka berada. Sekalipun merekamelakukan dosa, namun dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka &#8221; (sanhedrin, 58b)</li>
<li>&#8220;hanya orang yahudi satu-satunya manusia yang harus dihormati oleh siapapun dan oleh apapun di muka bumi ini. Segalanya harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binantang-bnatang yang berwujud manusia, yakni ghoyim&#8221; (chaggigah, 15b)</li>
<li>&#8220;haram hukumnya berbuat bai kepada ghoyim (non yahudi)&#8221; (Zhohar 25b)</li>
</ul>
<p>Buletin An Naba Masjid Shalahuddin UGM.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kbtkitihya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kbtkitihya.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kbtkitihya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kbtkitihya.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kbtkitihya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kbtkitihya.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kbtkitihya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kbtkitihya.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kbtkitihya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kbtkitihya.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kbtkitihya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kbtkitihya.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kbtkitihya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kbtkitihya.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=49&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/20/doktrin-rasisme-talmud-ditanamkan-sejak-usia-taman-kanak-kanak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1855d577ad5746b6f2aaed7bf68d28be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pondokibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Finger Painting</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/20/finger-painting/</link>
		<comments>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/20/finger-painting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 06:24:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pondokibu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Permainan Edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[finger painting]]></category>
		<category><![CDATA[melukis dengan jari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kbtkitihya.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Bermain coret-coret sangat digemari anak-anak apalagi jika menggunakan jari-jari mereka. Beraneke kreasi coretan indah bisa dibuat dari lukisan dengan jari ini (finger painting). Dan untuk lebih amannya cat untuk finger painting ini bisa dibuat sendiri dirumah, tanpa harus menggunakan cat yang dijual ditoko-toko.selanjutnya&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=44&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bermain coret-coret sangat digemari anak-anak apalagi jika menggunakan jari-jari mereka. Beraneke kreasi coretan indah bisa dibuat dari lukisan dengan jari ini (finger painting). Dan untuk lebih amannya cat untuk finger painting ini bisa dibuat sendiri dirumah, tanpa harus menggunakan cat yang dijual ditoko-toko.<a href="http://pondokibu.com/bermainpermainan/melukis-dengan-jari-finger-painting/">selanjutnya&#8230;</a></p>
<p><a href="http://pondokibu.com/bermainpermainan/melukis-dengan-jari-finger-painting/" target="_blank"><br />
</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kbtkitihya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kbtkitihya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kbtkitihya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kbtkitihya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kbtkitihya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kbtkitihya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kbtkitihya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kbtkitihya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kbtkitihya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kbtkitihya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kbtkitihya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kbtkitihya.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kbtkitihya.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kbtkitihya.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=44&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/20/finger-painting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1855d577ad5746b6f2aaed7bf68d28be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pondokibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Anak dalam Islam)*</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/15/pendidikan-anak-dalam-islam/</link>
		<comments>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/15/pendidikan-anak-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 06:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pondokibu</dc:creator>
				<category><![CDATA[paud]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak dalam Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kbtkitihya.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung. Seorang pendidik, baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=39&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung.<br />
<span id="more-39"></span><br />
Seorang pendidik, baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan putra-putri islam.</p>
<p>Tentang perkara ini, Allah azza wa jalla berfirman,</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)</p>
<p>Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,</p>
<p>كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ</p>
<p>“Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”</p>
<p>Untuk itu -tidak bisa tidak-, seorang guru atau orang tua harus tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beberapa tuntunan tersebut antara lain:</p>
<p><strong>· Menanamkan Tauhid dan Aqidah yang Benar kepada Anak</strong></p>
<p>Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki” (An- Nisa: 48)</p>
<p>Oleh karena itu, di dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satunya berbunyi,</p>
<p>يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</p>
<p>“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.(Luqman: 13)</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan contoh penanaman aqidah yang kokoh ini ketika beliau mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Ibnu Abbas bercerita,</p>
<p>“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran”.</p>
<p>Perkara-perkara yang diajarkan oleh Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas di atas adalah perkara tauhid.</p>
<p>Termasuk aqidah yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini adalah tentang dimana Allah berada. Ini sangat penting, karena banyak kaum muslimin yang salah dalam perkara ini. Sebagian mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah ada di hati kita, dan beragam pendapat lainnya. Padahal dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah itu berada di atas arsy, yaitu di atas langit. Dalilnya antara lain,</p>
<p>“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)</p>
<p>Makna istiwa adalah tinggi dan meninggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.</p>
<p>Adapun dari hadits,</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”. Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”. Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”. (HR. Muslim dan Abu Daud).</p>
<p><strong>· Mengajari Anak untuk Melaksanakan Ibadah</strong></p>
<p>Hendaknya sejak kecil putra-putri kita diajarkan bagaimana beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari tatacara bersuci, shalat, puasa serta beragam ibadah lainnya.</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,</p>
<p>صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي</p>
<p>“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari).</p>
<p>“Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani).</p>
<p>Bila mereka telah bisa menjaga ketertiban dalam shalat, maka ajak pula mereka untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Dengan melatih mereka dari dini, insya Allah ketika dewasa, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.</p>
<p><strong>· Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringan kepada Anak-anak</strong></p>
<p>Dimulai dengan surat Al-Fathihah dan surat-surat yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Dan menyediakan guru khusus bagi mereka yang mengajari tajwid, menghapal Al-Quran serta hadits. Begitu pula dengan doa dan dzikir sehari-hari. Hendaknya mereka mulai menghapalkannya, seperti doa ketika makan, keluar masuk WC dan lain-lain.</p>
<p><strong>· Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia</strong></p>
<p>Ajarilah anak dengan berbagai adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll.</p>
<p>Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.<br />
<strong><br />
· Melarang Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan<br />
</strong><br />
Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau bahkan diharamkan, seperti merokok, judi, minum khamr, mencuri, mengambil hak orang lain, zhalim, durhaka kepada orang tua dan segenap perbuatan haram lainnya.</p>
<p>Termasuk ke dalam permasalahan ini adalah musik dan gambar makhluk bernyawa. Banyak orangtua dan guru yang tidak mengetahui keharaman dua perkara ini, sehingga mereka membiarkan anak-anak bermain-main dengannya. Bahkan lebih dari itu –kita berlindung kepada Allah-, sebagian mereka menjadikan dua perkara ini sebagai metode pembelajaran bagi anak, dan memuji-mujinya sebagai cara belajar yang baik!</p>
<p>Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda tentang musik,</p>
<p>لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ اَلْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ</p>
<p>“Sungguh akan ada dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr dan al-ma’azif (alat-alat musik)”. (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Abu Daud).</p>
<p>Maknanya: Akan datang dari muslimin kaum-kaum yang meyakini bahwa perzinahan, mengenakan sutra asli (bagi laki-laki, pent.), minum khamar dan musik sebagai perkara yang halal, padahal perkara tersebut adalah haram.</p>
<p>Dan al-ma’azif adalah setiap alat yang bernada dan bersuara teratur seperti kecapi, seruling, drum, gendang, rebana dan yang lainnya. Bahkan lonceng juga, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,</p>
<p>“Lonceng itu serulingnya syaithan”. (HR. Muslim).</p>
<p>Adapun tentang gambar, guru terbaik umat ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah bersabda,</p>
<p>كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ</p>
<p>“Seluruh tukang gambar (mahluk hidup) di neraka, maka kelak Allah akan jadikan pada setiap gambar-gambarnya menjadi hidup, kemudian gambar-gambar itu akan mengadzab dia di neraka jahannam”(HR. Muslim).</p>
<p>إِنِّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَاباً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَلْمُصَوِّرُوْنَ</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Muslim).</p>
<p>Oleh karena itu hendaknya kita melarang anak-anak kita dari menggambar mahkluk hidup. Adapun gambar pemandangan, mobil, pesawat dan yang semacamnya maka ini tidaklah mengapa selama tidak ada gambar makhluk hidupnya.</p>
<p><strong>· Menanamkan Cinta Jihad serta Keberanian</strong></p>
<p>Bacakanlah kepada mereka kisah-kisah keberanian Nabi dan para sahabatnya dalam peperangan untuk menegakkan Islam agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri.</p>
<p>Tanamkan pula kepada mereka kebencian kepada Yahudi dan orang-orang zhalim. Tanamkan bahwa kaum muslimin akan membebaskan Al-Quds ketika mereka mau kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah. Mereka akan ditolong dengan seizin Allah.</p>
<p>Didiklah mereka agar berani beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.</p>
<p><strong>· Membiasakan Anak dengan Pakaian yang Syar’i</strong></p>
<p>Hendaknya anak-anak dibiasakan menggunakan pakaian sesuai dengan jenis kelaminnya. Anak laki-laki menggunakan pakaian laki-laki dan anak perempuan menggunakan pakaian perempuan. Jauhkan anak-anak dari model-model pakaian barat yang tidak syar’i, bahkan ketat dan menunjukkan aurat.</p>
<p>Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,</p>
<p>مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ</p>
<p>“Barangsiapa yang meniru sebuah kaum, maka dia termasuk mereka.” (Shahih, HR. Abu Daud)</p>
<p>Untuk anak-anak perempuan, biasakanlah agar mereka mengenakan kerudung penutup kepala sehingga ketika dewasa mereka akan mudah untuk mengenakan jilbab yang syar’i.</p>
<p>Demikianlah beberapa tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidik anak. Hendaknya para orang tua dan pendidik bisa merealisasikannya dalam pendidikan mereka terhadap anak-anak. Dan hendaknya pula mereka ingat, untuk selalu bersabar, menasehati putra-putri Islam dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan membentak atau mencela mereka, apalagi sampai mengumbar-umbar kesalahan mereka.</p>
<p>Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi orangtua dan para pendidik. Wallahu a’lam bishsawab.</p>
<p>)* Diringkas oleh Abu Umar Al-Bankawy dari kitab Kaifa Nurabbi Auladana karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu dan hadits-hadits tentang hukum gambar ditambahkan dari Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah karya Syaikh Muqbil bin Hadi.</p>
<p>Dicopy dari: www.wiramandiri.wordpress.com.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kbtkitihya.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kbtkitihya.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kbtkitihya.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kbtkitihya.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kbtkitihya.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kbtkitihya.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kbtkitihya.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kbtkitihya.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kbtkitihya.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kbtkitihya.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kbtkitihya.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kbtkitihya.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kbtkitihya.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kbtkitihya.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=39&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/15/pendidikan-anak-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1855d577ad5746b6f2aaed7bf68d28be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pondokibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanamkan Dendam terhadap Orang Yahudi pada Anak-Anak Kita</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/14/tanamkan-dendam-terhadap-orang-yahudi-pada-anak-anak-kita/</link>
		<comments>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/14/tanamkan-dendam-terhadap-orang-yahudi-pada-anak-anak-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 20:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pondokibu</dc:creator>
				<category><![CDATA[paud]]></category>
		<category><![CDATA[Tanamkan Benci Kepada Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kbtkitihya.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu [Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, ketika beliau berbicara tentang pentingnya menanamkan jihad dan keberanian kepada anak-anak kaum muslimin:] [Hendaknya orang tua..] 1. Menyediakan waktu khusus untuk duduk bersama keluarga serta para murid dan membacakan buku tentang sirah Rasul shallallahu ‘alaihi wassalam serta sirah shahabatnya.  Agar mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=33&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu</p>
<p>[Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, ketika beliau berbicara tentang pentingnya menanamkan jihad dan keberanian kepada anak-anak kaum muslimin:]</p>
<p>[Hendaknya orang tua..]</p>
<p><strong>1. </strong>Menyediakan waktu khusus untuk duduk bersama keluarga serta para <span id="more-33"></span>murid dan membacakan buku tentang sirah Rasul shallallahu ‘alaihi wassalam serta sirah shahabatnya.  Agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri kita.</p>
<p>Ini merupakan sebab datangnya hidayah Allah kepada kita. Mereka ditolong dengan sebab keimanan dan peperangan mereka, pengamalan mereka terhadap Al-Quran dan As-Sunnah, serta akhlak mereka yang tinggi.</p>
<p><strong>2. </strong>Mendidik anak-anak agar berani, beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.</p>
<p><strong>3. </strong>Menanamkan pada anak-anak dendam kesumat kepada Yahudi dan orang-orang zhalim. Pemuda-pemuda kita akan membebaskan Palestina dan Al-Quds ketika mereka kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah dan mereka akan ditolong dengan seizin Allah.</p>
<p><strong>4. </strong>Memberi kisah-kisah pendidikan Islam yang bermanfaat seperti serial kisah Al-Quran Al-Karim dan sirah nabawiyah serta tokoh-tokoh sahabat dan para pahlawan muslim seperti kitab:</p>
<p>- Asy-Syama’il Muhammadiyah wal Akhlaqun Nabawiyah dan Adab Al-Islamiyah<br />
- Min Bada’il Qashash An-Nabawi Ash-Shahih</p>
<p>(Dinukil untuk blog ulamasunnah.wordpress.com dari buku “Kaifa Nurabbi Auladana”, karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, halaman 56-57, Penerbit Al Ilmu Jogja, Muroja’ah: Al Ustadz Ali Basuki, Lc)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kbtkitihya.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kbtkitihya.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kbtkitihya.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kbtkitihya.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kbtkitihya.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kbtkitihya.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kbtkitihya.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kbtkitihya.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kbtkitihya.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kbtkitihya.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kbtkitihya.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kbtkitihya.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kbtkitihya.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kbtkitihya.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=33&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/14/tanamkan-dendam-terhadap-orang-yahudi-pada-anak-anak-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1855d577ad5746b6f2aaed7bf68d28be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pondokibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al-Qur’an dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/14/al-qur%e2%80%99an-dapat-merangsang-tingkat-inteligensia-iq-anak/</link>
		<comments>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/14/al-qur%e2%80%99an-dapat-merangsang-tingkat-inteligensia-iq-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 20:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pondokibu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kbtkitihya.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata Al-Qur’an dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakni ketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur’an dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu. Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=17&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata Al-Qur’an dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakni ketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur’an dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu. Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang. Penulis pun mempunyai seorang keponakan yang lahir tahun 2002. Entah ada kaitan dengan dengan argumentasi di atas, yang jelas sebelum umurnya satu tahun, ia sering baru bisa tidur bila di sampingnya diperdengarkan suara orang mengaji melalui tape recorder.<span id="more-17"></span></p>
<p>Seperti diketahui, dengan mendengarkan musik, detak jantung bayi menjadi teratur. Malah untuk orang dewasa akan menimbulkan rasa cinta. Hanya arahnya tidak tentu. Sedangkan Al-Qur’an, selain itu, sekaligus menimbulkan rasa cinta kepada Tuhan Maha Pencipta. Jadi, bila bacaan Al-Qur’an diperdengarkan kepada bayi, akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupun akhirat.</p>
<p>Dalam musik terkandung komposisi not balok secara kompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiri dan otak kanan, yang output-nya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi. Ternyata Al-Qur’an pun demikian, malah lebih baik. Ketika diperdengarkan dengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al-Qur’an mampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak.</p>
<p>Ingat, neoron pada otak bayi yang baru lahir itu umumnya bak “disket kosong siap pakai”. Berarti, siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukan berbagai fenomena dari kehidupannya. Pada gilirannya terciptalah sirkuit dengan wawasan tertentu. Istilah populernya apalagi kalau bukan “intelektual”. Sedangkan anyaman tersebut akan sernakin mudah terbentuk pada waktu dini. Neoron yang telah teranyam di antaranya untuk mengatur faktor yang menunjang kehidupan dasar seperti detak jantung dan bernapas. Sementara neoron lain menanti untuk dianyam, sehingga bisa membantu anak menerjemahkan dan bereaksi terhadap dunia luar.</p>
<p>Selama dua tahun pertama anak mengalami ledakan terbesar dalam hal perkembangan otak dan hubungan antar sel (koneksi). Lalu setahun kemudian otak mempunyai lebih dari 300 trilyun koneksi, suatu kondisi yang susah terjadi pada usia dewasa, terlebih usia lanjut. Makanya para pakar perkembangan anak menyebut usia balita sebagai golden age bagi perkembangan inteligensia anak.</p>
<p>Memang bila orangtua tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan jalan membantu dari belakang, maka tetap tidak akan mempengaruhi kemampuan otak anak dalam menganyam neoron, karena kesempatan untuk memperkuat koneksi otak terbuka luas selama masa anak-anak. Tetapi tentu akan semakin baik bila orangtua pun ikut aktif membantu.</p>
<p>Otak telah tumbuh jauh sebelum bayi lahir. la telah mulai bekerja yang hasilnya merupakan benih penginderaan berdasarkan prioritas. Umumnya pendengaran lebih dulu. Jadi, selama masa itu penting sekali untuk selalu menghadirkan lingkungan kondusif dan baik bagi perkembangan otaknya. Hilangnya lingkungan ini hanya akan membuat otak menderita dan menganggur yang gilirannya mempengaruhi tingkat kecerdasannya.</p>
<p>Dalam kaitan upaya meningkatkan pribadi Muslim, seyogyanya bayi sudah diperdengarkan bacaan Al-Qur’an sejak dalam rahim. Jadi, bila ada anjuran kepada ibu-ibu hamil untuk rajin membaca Al-Qur’an menjelang bersalin, itu ada dasar ilmiahnya juga. Makin baik dan benar bacaan itu, termasuk lagunya, makin baik hasilnya. Tujuannya tentu saja bukan mengajak bayi memahami substansi atau makna kandungan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi memperkuat daya tangkap/konsentrasi otak bayi. Sehingga akan semakin mudahlah ia menghafal ayat-ayat Al-Qur’an beserta terjemahannya ketika sudah memasuki masa belajar.</p>
<p>sumber: <a href="http://azansite.wordpress.com/2008/03/25/al-qur%E2%80%99an-dapat-merangsang-tingkat-inteligensia-iq-anak/">dari sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kbtkitihya.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kbtkitihya.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kbtkitihya.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kbtkitihya.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kbtkitihya.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kbtkitihya.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kbtkitihya.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kbtkitihya.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kbtkitihya.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kbtkitihya.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kbtkitihya.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kbtkitihya.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kbtkitihya.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kbtkitihya.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=17&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/14/al-qur%e2%80%99an-dapat-merangsang-tingkat-inteligensia-iq-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1855d577ad5746b6f2aaed7bf68d28be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pondokibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akibat meniru</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/10/akibat-meniru/</link>
		<comments>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/10/akibat-meniru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 00:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pondokibu</dc:creator>
				<category><![CDATA[orangtua&anak]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas emosi]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan emosional]]></category>
		<category><![CDATA[membantu balita mengelola amarahnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kbtkitihya.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Menurut elizabeth Hurlock, keluarga berpengaruh pada pemberian nilai, pengetahuan dan perilaku anak. Sikap orangtua berpengaruh pada prilaku anak. Menurut Turner, anak akan mengembangkan sifat pemarah jika mereka memiliki orangtua yang pemarah. Selain itu, pengaruh teman sebaya dan televisi berperan dalam membentuk prilaku marah anak. dengan mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi tertentu pada orang lain, anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=27&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut elizabeth Hurlock, keluarga berpengaruh pada pemberian nilai, pengetahuan dan perilaku anak. Sikap orangtua berpengaruh pada prilaku anak. Menurut Turner, anak akan mengembangkan sifat pemarah jika mereka memiliki orangtua yang pemarah. Selain itu, pengaruh teman sebaya dan televisi berperan dalam membentuk prilaku marah anak. dengan mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi tertentu pada orang lain, anak juga akan bereaksi dengan ekspresi yang sama dengan orang diamatinya, misalnya anak selalu melihat orangtuanya marah jiks tidak berhasil memperoleh apa yang diinginkannya, anak juga  akan mempelajari hal yang sama.</p>
<p><a href="http://pondokibu.com/pendidikan/akibat-meniru-2/">selanjutnya</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kbtkitihya.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kbtkitihya.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kbtkitihya.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kbtkitihya.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kbtkitihya.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kbtkitihya.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kbtkitihya.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kbtkitihya.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kbtkitihya.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kbtkitihya.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kbtkitihya.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kbtkitihya.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kbtkitihya.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kbtkitihya.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=27&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/10/akibat-meniru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1855d577ad5746b6f2aaed7bf68d28be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pondokibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>lantunan-syahdu-murottal-anak</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/08/lantunan-syahdu-murottal-anak/</link>
		<comments>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/08/lantunan-syahdu-murottal-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 08:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pondokibu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kbtkitihya.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Bangkitkan Semangat Anak-anak Kita untuk belajar membaca, menghafal dan mendalami Al Quran, kitab suci umat Islam yang akan selalu menjadi cahaya sepanjang hidupnya, juga cahaya bagi orang-orang disekitarnya dan cahaya bagi seluruh ummat didunia. putar disini<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=24&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangkitkan Semangat Anak-anak Kita untuk belajar membaca, menghafal dan mendalami Al Quran, kitab suci umat Islam yang akan selalu menjadi cahaya sepanjang hidupnya, juga cahaya bagi orang-orang disekitarnya dan cahaya bagi seluruh ummat didunia.</p>
<p><a href="http://pondokibu.wordpress.com/2008/10/28/lantunan-syahdu-murottal-anak/">putar disini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kbtkitihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kbtkitihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kbtkitihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kbtkitihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kbtkitihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kbtkitihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kbtkitihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kbtkitihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kbtkitihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kbtkitihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kbtkitihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kbtkitihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kbtkitihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kbtkitihya.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=24&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/08/lantunan-syahdu-murottal-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1855d577ad5746b6f2aaed7bf68d28be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pondokibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aneka Permainan Edukatif Sederhana</title>
		<link>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/08/aneka-permainan-edukatif-sederhana/</link>
		<comments>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/08/aneka-permainan-edukatif-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 07:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pondokibu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aneka Permainan Edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[APE]]></category>
		<category><![CDATA[paud]]></category>
		<category><![CDATA[tahapan perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh kembang anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kbtkitihya.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Coba cari aku Rangsang motorik Halus sikecil : Masukkan Kedalam Celah Boneka Karton Robek Saja &#8211; Stimulasi Motorik halus- ketrampilan tangan &#8211; si kecil Rumah Baruku Pasir dan adonan Strategi Pembelajaran Sentra Persiapan (readiness centre)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=21&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="permainan-edukatif- Coba Cari Aku" href="http://pondokibu.com/bermainpermainan/coba-cari-aku/" target="_self">Coba cari aku</a></p>
<p><a title="Masukkan Kedalam Celah" rel="bookmark" href="http://pondokibu.com/bermainpermainan/rangsang-motorik-halus-sikecil-masukkan-kedalam-celah/">Rangsang motorik Halus sikecil : Masukkan Kedalam Celah</a></p>
<p><a title="Boneka Karton" rel="bookmark" href="http://pondokibu.com/bermainpermainan/boneka-karton/">Boneka Karton</a></p>
<p><a title="Robek Saja - Stimulasi Motorik halus- ketrampilan tangan - si kecil" rel="bookmark" href="http://pondokibu.com/bermainpermainan/robek-saja-stimulasi-motorik-halus-ketrampilan-tangan-si-kecil/">Robek Saja &#8211; Stimulasi Motorik halus- ketrampilan tangan &#8211; si kecil</a></p>
<p><a title="Rumah Baruku" rel="bookmark" href="http://pondokibu.com/bermainpermainan/rumah-baruku/">Rumah Baruku</a></p>
<p><a href="http://pondokibu.com/bermainpermainan/pasir-dan-adonan/" target="_blank">Pasir dan adonan</a></p>
<p><a href="http://pondokibu.com/pendidikan/strategi-pembelajaran-sentra-persiapan-readiness-centre/" target="_blank">Strategi Pembelajaran Sentra Persiapan (readiness centre) </a></p>
<h2><a title="Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Kelompok umur sampai 3 - 6 bulan" rel="bookmark" href="http://pondokibu.com/tumbuh-kembang-anak/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-kelompok-umur-sampai-3-6-bulan/"> </a></h2>
<h2><a title="Strategi Pembelajaran Sentra Persiapan (readiness centre)" rel="bookmark" href="http://pondokibu.com/pendidikan/strategi-pembelajaran-sentra-persiapan-readiness-centre/"><br />
</a></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kbtkitihya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kbtkitihya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kbtkitihya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kbtkitihya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kbtkitihya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kbtkitihya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kbtkitihya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kbtkitihya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kbtkitihya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kbtkitihya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kbtkitihya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kbtkitihya.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kbtkitihya.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kbtkitihya.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kbtkitihya.wordpress.com&amp;blog=2700614&amp;post=21&amp;subd=kbtkitihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kbtkitihya.wordpress.com/2009/01/08/aneka-permainan-edukatif-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1855d577ad5746b6f2aaed7bf68d28be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pondokibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
